Sebagian orang mungkin kesal, kenapa adegan memerah susu sapi di program Catatan Si Unyil Trans7 harus disensor, maaf, se-sange itukah masyarakat kita saat ini?
Bisa jadi ini pertanyaan sebagian dari kita. Lalu, kenapa tayangan televisi harus disensor?
Ada hal-hal yang mendasari kenapa tayangan televisi harus disensor. Menurut SP3S, sebuah undang-udang yang dibuat pemerintah untuk mengatur tata kelola penyiaran, beberapa adegan itu harus disensor, antaranya; berbau kekerasan, senjata, darah, rokok, dan pornografi.
Siapa yang melakukan sensor? Sensor tidak dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti yang masyarakat umum tahu selama ini. KPI hanyalah lembaga yang mengawasi adanya pelanggaran pada media. Orang yang melakukan sensor tetaplah media di mana tayangan tersebut ditayangkan.
Sensor hanya bisa dilakukan pada tayangan yang tidak disiarkan secara langsung. Tujuan diadaknnya sensor tak lain untuk minimalisir pelanggaran etika dan kesalahan dalam produksi yang tidak bisa dikontrol.
Lalu, bagaimana dengan sensor tayangan siaran langsung?
Sangat susah tentunya sensor tayangan langsung karena tidak melewati proses penyuntingan. Yang bisa dilakukan hanya antisipasi di awal sebelum proses syuting pada pengisi acara, untuk tidak membahas topik-topik yang bisa mengarah ke hal tertentu. Selebihnya bila terjadi apa yang disebut tidak diinginkan dalam SP3S adalah permintaan maaf di kemudian hari.
Lalu, apakah sejauh ini sensor berguna?
Kalau kamu, lebih suka tayangan televisi pakai sensor atau tidak?
![]() |
| sc ig @siunyiltrans |
Bisa jadi ini pertanyaan sebagian dari kita. Lalu, kenapa tayangan televisi harus disensor?
Ada hal-hal yang mendasari kenapa tayangan televisi harus disensor. Menurut SP3S, sebuah undang-udang yang dibuat pemerintah untuk mengatur tata kelola penyiaran, beberapa adegan itu harus disensor, antaranya; berbau kekerasan, senjata, darah, rokok, dan pornografi.
Siapa yang melakukan sensor? Sensor tidak dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) seperti yang masyarakat umum tahu selama ini. KPI hanyalah lembaga yang mengawasi adanya pelanggaran pada media. Orang yang melakukan sensor tetaplah media di mana tayangan tersebut ditayangkan.
Sensor hanya bisa dilakukan pada tayangan yang tidak disiarkan secara langsung. Tujuan diadaknnya sensor tak lain untuk minimalisir pelanggaran etika dan kesalahan dalam produksi yang tidak bisa dikontrol.
Lalu, bagaimana dengan sensor tayangan siaran langsung?
Sangat susah tentunya sensor tayangan langsung karena tidak melewati proses penyuntingan. Yang bisa dilakukan hanya antisipasi di awal sebelum proses syuting pada pengisi acara, untuk tidak membahas topik-topik yang bisa mengarah ke hal tertentu. Selebihnya bila terjadi apa yang disebut tidak diinginkan dalam SP3S adalah permintaan maaf di kemudian hari.
Lalu, apakah sejauh ini sensor berguna?
Kalau kamu, lebih suka tayangan televisi pakai sensor atau tidak?

Komentar