Menelanjangi Diri Sendiri

Dahnil Anzar Simanjuntak, pimpinan pusat organisasi besar di Indonesia, ketua umum pemuda Muhammadiyah sekaligus koordinator juru bicara Prabowo Sandi. Belakangan sering mengisi layar televisi di berbagai kesempatan. Dan yang terbaru, doi terbukti ngembat dana kegiatan Kemah Pemuda Islam yang diadakan Kemenpora pada 2017 sebanyak 2 M atau 2.000 juta rupiah. Sayangnya, Ibu Heni Novitasari, istri Dahnil menganggap uang 2 M itu receh, receh kok diembat. Sampai akhirnya Dahnil mengembalikan uang itu pada Kemenpora, setelah diperiksa oleh Kepolisian.

Amat disayangkan, kenapa? Sebenarnya, doi itu sosok yang giat mengkampanyekan gerakan anti korupsi. Bicara sana-sini tentang bahaya dan bejatnya korupsi, tapi kok, doi sendiri yang nilep, ah sudahlah. Mungkin doi sedang khilaf. Untung doi percaya rumus, ‘Bikin salah, ketahuan, lalu minta maaf, selesai.’

Ngomongin pegiat anti korupsi, saya juga teringat dengan mantan gubernur Jambi, yang terhormat bapak Zumi Zola, beliau juga getol banget kampanyekan gerakan anti korupsi, menjadi salah satu orang yang mengutuk pelaku penodaan agama beberapa waktu lu. Eh tiba-tiba terdengar kabar, beliau terseret pada kasus yang dulu ia perangi sebagai tindakan yang bejat dan sesat itu, bahkan melebihi tindakan penista agama yang sebenarnya, mengkhianati amanat rakyat. Syukurlah beliau sekarang udah minta maaf. Selalu ingat rumus, ‘Bikin salah, ketahuan, lalu minta maaf, selesai.’ Tidak semudah itu Ferguso.

Satu lagi, tentu masih segar di ingatan kita, kasus berita bohong Ratna Sarumpaet dan teman-temannya, melibatkan beberapa tokoh penting. Sayangnya tokoh sekelas Pak Prabowo bisa kena tipu emak-emak. Segini aja nih kelasnya, pak? Sekali lagi, niat baiknya untuk memakai rumus, ‘Bikin salah, ketahuan, lalu minta maaf, selesai.’ Perlu kita apresiasi. Mari kasih tepuk tangan gemuruh.

Kang Dahnil, saya yakin, tak semua yang ada di diri Dahnil Anzar itu jelek. Tentu ada beberapa sisi yang perlu kita teladani dari doi. Pertama, doi itu setia. Terbukti sampai saat ini, doi masih bersama dengan istrinya yang doi nikahi 15 tahun lalu. Sampai kini doi dikaruniai empat anak yang imut dan menggemaskan, mereka adalah; Ayyid, Luna, Ega, dan Kanzia.

Terlebih kesetiaan doi terhadap Pak Prabowo. Kemanapun Pak Prabowo pergi, doi ikuti. Nyebur ke laut, doi ikut. Masuk api, doi ikut. Sifat yang seperti ini itu tidak semua orang punya. Dan Kang Dahnil punya itu, kurang apa hebatnya. Salut.

Doi juga penyuka vespa. Penikmat vespa mengenal jargon, salam satu aspal. Semua pengguna vespa ialah saudara. Bahkan koleksi vespanya tidak hanya satu, jelasnya 4, bahkan lebih. Kurang setia kawan apa seorang Dahnil Anzar ini. Loyalitasnya tidak diragukan. Begitu dekat dengan keluarga, dengan pemimpinnya, dengan koleksi pribadinya, hal-hal ini tak semua orang bisa dapat.


Jadi, tidaklah tepat, bila ada netizen yang nyinyir kang Dahnil di instagram, dengan menyebutkan, ‘Topi seharga 2 M’ mana ada topi semahal itu? 2 M harunya masuk ATM, bukan masuk dompet, nggak muat.
Sukses selalu kang Dahnil. 2019? Ganti sepatu.

Komentar