Bila disingkat menjadi STTB, atau lazim kita mendengarnya dengan ijazah. Merupakan surat yang akan kita terima sesaat setelah lulus sekolah. Menjadi aneh bagi saya, ketika masa belajar sudah tamat. Loe gue end.
Pertama, belajar tidak ada tamatnya. Kedua, aku masih sayang kamu, eh. Ketiga, harusnya STTB diubah menjadi STTS, surat tanda tamat sekolah. Anjay, goks nggak tuh saran saya. Revolusioner. Otw jadi menteri pendidikan country of Wakanda.
Lanjut. Bicara soal belajar. Idih, kerenkan bridgingnya. Gue gitu.
Belajar bisa kapan saja dan di mana saja. Bisa belajar dari kesalahan sendiri dan kabar bagusnya, kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Kita jadi punya banyak orang di luar sana untuk dijadikan guru. Siapapun. Kalau ada ungkapan, be your self, jadilah dirimu sendiri. Apa itu maksudnya? Saya kira, konsep ini kurang tepat. Seakan kita diajak ogah mengambil pelajaran dari orang lain, jadi dirimu sendiri aja. Kita bukan seperti itu boy. Nggak mungkin seseorang bisa hidup di bumi ini tanpa pernah belajar dari orang lain. Itulah sebab, nggak pernah ada sesuatu yang orisinil. Dalam membuat karya, orang selalu melihat, mengamati, dan mengubah. Lu emang smart, Wan. Smart people. Kapan lagi bisa ngatain diri sendiri kayak gini. It’s time.
Kita belajar bersabar dari Nabi Ayub. Bagaimana beliau ditimpa penyakit aneh oleh Allah untuk mengujinya, sehingga orang di sekitarnya pergi menjauh, termasuk istrinya. Hingga suatu ketika buah dari kesabaran itu datang. Nabi Ayub memohon pertolongan pada Allah untuk disembuhkan.
Belajar rendah hati dari Nabi Muhammad. Meskipun beliau orang yang amat mulia, beliau tetap menjabat tangan seorang Arab badui untuk bersalaman saat bertemu. Bahkan, beliau tidak melepaskan genggaman hingga orang yang diajak bersalaman tersebut mengurainya terlebih dahulu. Beliaupun memandangi wajah orang yang diajak bersalaman dengan senyum manis. Itulah adab berjabat tangan yang diajarkan beliau. Subhanallah.
Belajar menjaga lisan dari Nabi Muhammad. Lisan beliau itu, ‘tidak mengeluarkan kecuali ucapan yang baik.’
Saat ini saya masih terus belajar. Jadi, mohon maaf kalau saya masih kurang dalam segalanya. Saya masih harus banyak belajar. Belajar bagaimana adab minum, yaitu dengan tidak berdiri. Belajar mencari ilmu. Minum air putih yang cukup ternyata membawa banyak manfaat bagi tubuh, salah satu di antaranya yaitu memperlancar pencernaan. Dengan pengetahuan baru ini, bagi saya, setidaknya bisa menghemat vegeta. Nggak lucu.
Sekarang kalau pipis juga udah bisa membiasakan dengan jongkok, yang dulunya sambil berlari. Semakin ke sini menjadi sadar, pipis jongkok itu lebih bermanfaat secara kesehatan. Efek, melihat guru kencing sambil berdiri, saya jadi kencing sambil berlari. Nggak lucu lagi? Sudah biasa. Fix berhenti nulis.
Poinnya, jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah malu belajar pada siapapun, termasuk pada mantan. Mantan yang durhaka seperti Firaun dan kaumnya.
Sekian tulisan ini saya tutup. *tok tok tok* niatnya suara palu diketok.
Salam damai.
Pertama, belajar tidak ada tamatnya. Kedua, aku masih sayang kamu, eh. Ketiga, harusnya STTB diubah menjadi STTS, surat tanda tamat sekolah. Anjay, goks nggak tuh saran saya. Revolusioner. Otw jadi menteri pendidikan country of Wakanda.
Lanjut. Bicara soal belajar. Idih, kerenkan bridgingnya. Gue gitu.
Belajar bisa kapan saja dan di mana saja. Bisa belajar dari kesalahan sendiri dan kabar bagusnya, kita juga bisa belajar dari pengalaman orang lain. Kita jadi punya banyak orang di luar sana untuk dijadikan guru. Siapapun. Kalau ada ungkapan, be your self, jadilah dirimu sendiri. Apa itu maksudnya? Saya kira, konsep ini kurang tepat. Seakan kita diajak ogah mengambil pelajaran dari orang lain, jadi dirimu sendiri aja. Kita bukan seperti itu boy. Nggak mungkin seseorang bisa hidup di bumi ini tanpa pernah belajar dari orang lain. Itulah sebab, nggak pernah ada sesuatu yang orisinil. Dalam membuat karya, orang selalu melihat, mengamati, dan mengubah. Lu emang smart, Wan. Smart people. Kapan lagi bisa ngatain diri sendiri kayak gini. It’s time.
Kita belajar bersabar dari Nabi Ayub. Bagaimana beliau ditimpa penyakit aneh oleh Allah untuk mengujinya, sehingga orang di sekitarnya pergi menjauh, termasuk istrinya. Hingga suatu ketika buah dari kesabaran itu datang. Nabi Ayub memohon pertolongan pada Allah untuk disembuhkan.
Belajar rendah hati dari Nabi Muhammad. Meskipun beliau orang yang amat mulia, beliau tetap menjabat tangan seorang Arab badui untuk bersalaman saat bertemu. Bahkan, beliau tidak melepaskan genggaman hingga orang yang diajak bersalaman tersebut mengurainya terlebih dahulu. Beliaupun memandangi wajah orang yang diajak bersalaman dengan senyum manis. Itulah adab berjabat tangan yang diajarkan beliau. Subhanallah.
Belajar menjaga lisan dari Nabi Muhammad. Lisan beliau itu, ‘tidak mengeluarkan kecuali ucapan yang baik.’
Saat ini saya masih terus belajar. Jadi, mohon maaf kalau saya masih kurang dalam segalanya. Saya masih harus banyak belajar. Belajar bagaimana adab minum, yaitu dengan tidak berdiri. Belajar mencari ilmu. Minum air putih yang cukup ternyata membawa banyak manfaat bagi tubuh, salah satu di antaranya yaitu memperlancar pencernaan. Dengan pengetahuan baru ini, bagi saya, setidaknya bisa menghemat vegeta. Nggak lucu.
Sekarang kalau pipis juga udah bisa membiasakan dengan jongkok, yang dulunya sambil berlari. Semakin ke sini menjadi sadar, pipis jongkok itu lebih bermanfaat secara kesehatan. Efek, melihat guru kencing sambil berdiri, saya jadi kencing sambil berlari. Nggak lucu lagi? Sudah biasa. Fix berhenti nulis.
Poinnya, jangan pernah berhenti belajar. Jangan pernah malu belajar pada siapapun, termasuk pada mantan. Mantan yang durhaka seperti Firaun dan kaumnya.
Sekian tulisan ini saya tutup. *tok tok tok* niatnya suara palu diketok.
Salam damai.
Komentar