SEUMUR JAGUNG

Kita sering mengaitkan, sebuah hubungan yang pendek seseorang dengan pepatah, 'seumur jagung.' Namun, tahukah kamu, berapakah umur jagung itu?

Ternyata, jagung siap panen dalam waktu 2 bulan sejak ditanam benihnya. Wah, cukup singkat ya. Menurut KBBI pun, penggunaan istilah ini merujuk pada makna; sebentar saja atau tidak lama. Lalu, kenapa kita menggunakan pepatah tersebut padahal negara kita bukan penghasil jagung terbesar, bahkan tak masuk 5 besar dunia. Kira-kira apakah ada tanaman atau makhluk hidup yang masa hidupnya jauh lebih singkat dari jagung? Hmm.

Ternyata ada sodara. Kangkung. Sayuran yang telah merakyat di antara warung-warung Tegal ini hanya mempunyai masa panen 21 hari sejak benihnya ditanam. Wow singkat sekali bukan. Kenapa kita tidak menggunakan sayuran ini sebagai dasar pembuatan istilah untuk menggambarkan sebuah hubungan anak cucu Adam yang pendek? Seumur kangkung! Mantap.

Kalau mau lebih singkat, kita bisa menggunakan Semut pejantan sebagai acuan. Hewan ini punya umur lebih pendek dari masa panen kangkung, yaitu hanya 14 hari. Wadaw sadis kali mak. Jadi, hidupnya cuma buat kawin aja. Seumur Semut Pejantan. Urip mung mampir kawin. Wadaw nggak lucu. 

Atau atau kalau mau yang lebih singkat lagi, cuma 24 jam bahkan hidupnya. Bah, apa itu? Lalat capung sodara-sodara. Lalat capung. Umurnya cuma 24 jam. Hari ini lahir, besok udah mati dia. Yakin deh, tak punya temen dia pasti. Hidupnya cuma buat kita mainin. Ringkus, patahin sayapnya, sakiti, buang. Seperti kekasih.

Jadi, gimana? Lebih cocok mana buat gantiin, Seumur Jagung? Seumur Kangkung? Seumur Semut Pejantan? Seumur Lalat Capung? Atau masih kekeuh pake Seumur Jagung?
Seumur Hubungan Aku dan Kamu bisa kali ya? Bisyak!

Komentar