Penyebab Kemacetan Jalan

Kamu nggak pantas ngeluh, atas apa yang kamu menjadi bagian darinya.

Sebagian besar kota besar di Indonesia sudah mengalami kemacetan. Ada beberapa hal yang menjadikan jalanan kian penuh dan menimbulkan kemacetan. Lalu, masih pantaskah kita mengeluh pada kemacetan? Sedangkan kita menjadi salah satu bagiannya. Tentu jawabannya tidak.

Kita kesampingkan dahulu, keterbatasan jalan yang segitu-gitu aja. Berikut beberapa faktor kemacetan jalan.

Mobil. Sepertinya sales-sales mobil lebih sedikit di depan daripada DLLAJR (dinas lalu lintas dan angkutan jalan raya). Lembaga ini kurang bisa menata jalanan, sehingga penyerapan mobil di jalan raya tersendat. Jalan menjadi padat di beberapa titik. Lalu, apakah ini semua salah DLLAJR? Tentu saja tidak. Saya bukan pengendara mobil, saya juga tidak sepenuhnya menyalahkan mereka para pengendara mobil. Toh mereka diberikan kemampuan untuk membeli. Hanya saja banyak nya penggunaan mobil di jalan memang menjadi salah satu penyebab kemacetan. Lalu, solusi apa yang telah disediakan pemerintah? Pemerintah sudah menyediakan moda transportasi umum, hanya memang belum sesuai harapan kita semua.  Beberapa daerah belum terjangkau transportasi umum tentu menjadi salah satu faktor pengendara mobil enggan beralih ke transportasi umum. Faktor kenyamanan bisa juga jadi alasan pengguna mobil masih tetap nyaman dengan kendaraan pribadi. Tapi, tetap harus sadar juga ya, kamu itu salah satu penyebab kemacetan. Jadi, kurangin ngeluh ya.

Motor. Sepintas, motor memang tidak banyak memakan tempat saat berada di jalanan, namun jumlahnya yang cukup banyak itulah yang membuatnya jadi salah satu penyebab kepadatan jalan. Seperti halnya saya dan penggunaan motor lainnya, motor bisa memangkas waktu perjalanan, terlebih di jalan yang sudah padat seperti ibukota. Masih sama, kurangin ngeluh sama tidak usah sok-sokan jadi jagoan saat di jalan ya. Karena jalan bukan milik pribadi. Kita semua harus menjaga dan merawatnya.

Parkir liar dan pedagang tak berizin. Kedua hal ini semacam simbiosis. Di mana ada pedagang atau warung liar, di sana pasti ada kang parkir. Sungguh disayangkan. Sisi lain mereka cari makan, sisi lainnya mengganggu ketertiban. Gini aja deh, kita semua sama-sama cari makan. Kita sama-sama taati aturan, gimana? Kamu tidak berjualan di trotoar, lagian itu kan buat pejalan kaki ya? Bagaimana kami bisa menghargai orang yang tidak menghargai pengguna jalan? Hmmm. Lanjut ya. Kalau trotoar sudah bersih dari pedagang, pasti tidak akan terjadi praktik parkir liar. Walau kadang kehadiran kang parkir tidak selalu mengikuti pedagang trotoar. Kemunculan mereka kadang disebabkan adanya keramaian sebuah acara, seperti di taman maupun tempat-tempat dekat pusat perbelanjaan. Sekali lagi, mohon maaf buat siapapun itu di luar sana. Yuk kita jaga bersama negeri kita tercinta ini dengan tidak semakin membuatnya berantakan.

Apa lagi ya penyebab kemacetan jalan? Kamu ada pendapat? Tulis di kolom komentar ya. Terima kasih.

NOTE: Penyebab kemacetan paling aneh yaitu, pengendara jalan pada berhenti di jalan. Udah tahu jalanan lagi macet eh dianya berhenti di jalan, kan ngehe. Hahaha. Nggak lucu ya? Fine.

Pejalan kaki dan Becak? Nggak dong. Becak nggak bikin macet. Absolute nggak bikin macet.

Jomblo yang bawa mobil sendirian? Itu apalagi, enggak dong. Jangan sudutkan kaum tuna asmara. Sudah cukup kami ini menderita.

Komentar