Jika kamu beranggapan, nikah hanya sekali, jadi harus digelar dengan meriah, biar nggak bikin malu, biar nggak jadi cibiran tetangga. Harusnya kamu juga punya pendapat yang sama tentang kematian. Mati hanya sekali, jadi harus dipersiapkan dengan sungguh-sungguh.
Menurut salah seorang teman yang sudah menikah, apalagi sampai berkali-kali, menikah merupakan sebuah anugerah. Kenikmatan yang harus dicicipi sebelum mati. Lalu saya bertanya, 'apa kamu pernah mati?', dia hanya mengambil ponsel dari sakunya dan pura-pura menelepon istri ke 2 nya.
Mati juga nikmat kali, pernah lihat nggak, orang yang sudah berumur senja namun belum dipanggil Tuhan, hidupnya kasihan, raganya nggak mampu mengimbangi jiwanya yang sudah mulai rapuh. Eh tapi bener lho.
Diberi nikmat berupa kehidupan juga anugerah, apalagi hidup sehat, panjang umur, kaya raya, bini banyak, cantik-cantik pula akhlaknya, oh sungguh siapa yang nggak mau? Menikah juga menjadi ritual penyempurnaan agama. Orang yang belum menikah dianggap belum sempurna keimanannya. Tapi, semua kenikmatan tadi, pernikahan dan kematian baru sebatas 'katanya'. Saya kan juga belum merasakannya.
Jadi, apa yang sudah kita persiapkan untuk pernikahan yang dirahmati Tuhan? Dan kematian mana yang kita harapkan? Semua itu keharusan yang pasti terjadi. Hanya saja prosesnya saja yang beda. Kita yang tentukan. Surga mana yang akan kita pilih duluan?
Tentukan pilihanmu sekarang!! TAKBIR!!
NOTE: Boleh kok, nikah resepsinya mewah, asal jangan ngutang.
Menurut salah seorang teman yang sudah menikah, apalagi sampai berkali-kali, menikah merupakan sebuah anugerah. Kenikmatan yang harus dicicipi sebelum mati. Lalu saya bertanya, 'apa kamu pernah mati?', dia hanya mengambil ponsel dari sakunya dan pura-pura menelepon istri ke 2 nya.
Mati juga nikmat kali, pernah lihat nggak, orang yang sudah berumur senja namun belum dipanggil Tuhan, hidupnya kasihan, raganya nggak mampu mengimbangi jiwanya yang sudah mulai rapuh. Eh tapi bener lho.
Diberi nikmat berupa kehidupan juga anugerah, apalagi hidup sehat, panjang umur, kaya raya, bini banyak, cantik-cantik pula akhlaknya, oh sungguh siapa yang nggak mau? Menikah juga menjadi ritual penyempurnaan agama. Orang yang belum menikah dianggap belum sempurna keimanannya. Tapi, semua kenikmatan tadi, pernikahan dan kematian baru sebatas 'katanya'. Saya kan juga belum merasakannya.
Jadi, apa yang sudah kita persiapkan untuk pernikahan yang dirahmati Tuhan? Dan kematian mana yang kita harapkan? Semua itu keharusan yang pasti terjadi. Hanya saja prosesnya saja yang beda. Kita yang tentukan. Surga mana yang akan kita pilih duluan?
Tentukan pilihanmu sekarang!! TAKBIR!!
NOTE: Boleh kok, nikah resepsinya mewah, asal jangan ngutang.
Komentar