Sebagai
penikmat dan pengamat susu, saya telah melakukan observasi yang cukup mendalam
tentang susu, bahkan sejak usia remaja.
Sejak smp,
saya setiap mau tidur, selalu bikin susu bendera sachet, ngambil dari dagangan
milik ibu saya. Yes, ibu saya menjual susu sachet. Dengan harapan minum susu,
biar bisa tumbuh lebih tinggi, saat itu.
Andai saya
bisa memulainya lebih awal, sekolah dasar misalnya. Kata ayah, waktu kecil,
saya paling susah kalau disuruh minum susu bubuk. Wajar, karena saat itu belum
tahu manfaat dan kegunaan susu untuk tulang dan pertumbuhan. Kalau dewasa ini
sih, udah faham dan familiar dengan yang namanya susu. Yeah.
Belakangan
ini, saya kembali menggiatkan untuk minum susu, bukan untuk meninggikan badan
maupun menguatkan gigi, bukan. Menurut penelitian yang saya baca, minum susu
hangat sebelum tidur bisa meningkatkan kondisi agar cepat tidur. Setidaknya itu
yang saya baca dari sebuah artikel. Pada kenyataannya, bener. Tidur saya bisa
lebih relaks setelah seharian disibukkan dengan aktivitas kerja.
Buat kamu yang
belum tahu kegunaan dari susu, selain buat pertumbuhan, mungkin beberapa di
antara kamu juga ada yang udah tahu. Minum susu hangat juga dapat digunakan
untuk meredakan pedas, jadi kalau kamu abis makan yang pedas-pedas, kamu bisa
minum susu hangat sebagai penetralisir pedas.
Jadi, masih
mau nunggu untuk minum susu?
Kendalanya,
kemasan susu saat ini sudah berubah, bukan lagi susu kaleng, susu bubuk ataupun
susu sachet. Ada satu lagi jenis susu, apa itu namanya yang bisa ditutup setelah
dibuka, saya sih nyebutnya susu portable. Kalau kamu tahu, ada kemasan lain,
boleh lho kasih tahu saya di kolom komentar.
Menurut saya,
masing-masing kemasan susu ada kelebihan dan kekurangan.
Tipe kemasan
bubuk, ini tipe yan sekali buka, nggak bisa ditutup lagi, paling mentok ditutup
sama karet gelang. Dengan kemasan yang besar (umumnya pada kemasan ini) susu
bubuknya belum habis, udah kena angin. Berakibat kurang enak rasanya dan
berakhir dengan sia-sia.
Tipe susu
portable, susu yang bisa dibawa kemana-mana. Karena kemasannya yang besar, dan
cara bikinnya nggak ada takaran yang pas, jadi lebih gampang habis, sesederhana
itu.
Tipe susu
kaleng. Sederhananya, saya nggak ada pembuka kaleng. Meskipun di livehack ada video tutorial yang
menerangkan bagaimana caranya membuka susu kaleng menggunakan sendok, tapi itu
nggak semudah yang dilihat. Saya pernah coba, yakin.
Tipe kemasan
sachet. Nah, ini yang menurut saya paling ampuh dari sekian jenis kemasan lain.
Seperti keunggulan yang ada di kombinasi, portable, takaran jelas, nggak bikin
boros, dan nggak mungkin kena angin, soalnya waktu kita perluin susu ini ketika
mau bikin aja.
Nah, segitu
saja. Kalau kamu ada saran, susu kemasan mana yang kamu suka, jangan lupa untuk
tulis di kolom komentar ya.
Maturnuwun.
Komentar